Featured

Pengertian dan Fungsi System Restore

System restore merupakan salah satu fitur yang ada dalam sistem operasi komputer. Ketika mengoperasikan komputer kita tidak bisa menyuruhnya untuk terus lancar ketika dioperasikan. Kadang-kadang kita menemui sebuah error pada sistem operasi komputer. Entah itu masalah pada saat menginstall suatu perangkat lunak, ada masalah di driver, bahkan bisa juga masalah pada salah satu sistemnya.

Diperlukan sebuah fitur pada sistem operasi komputer untuk menangani masalah-masalah tersebut. Kita membutuhkan suatu fitur yang mampu mengembalikan komputer ke keadaan semula. Lalu fitur apakah yang bisa melakukan hal ini? Jawabannya adalah system restore. Kali ini kami akan membahas seluk beluk tentang sistem yang satu ini harus Anda ketahui untuk menambah wawasan Anda.

Pengertian

System restore adalah salah satu fitur dari sistem operasi Windows yang tugasnya adalah mengembalikan sistem operasi seperti titik sebelumnya. Dari kata “restore” saja sudah bisa kita bayangkan bagaimana fungsinya apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Jika Anda belum bisa membayangkan sistem itu apa maka bayangkanlah opsi “Undo” pada apapun aplikasi. Dalam sebuah aplikasi kebanyakkan ada opsi “Undo” bukan?

Nah, “Undo” ini digunakan untuk mengembalikan sistem ke keadaan semula setelah kita melakukan sebuah perintah. Bahkan pada aplikasi Microsoft Word pun juga ada opsi “Undo” untuk membuat dokumen kembali ke sebelumnya agar kesalahan yang telah kita buat bisa hilang.

Bedanya dengan opsi “Undo”, fitur restore ini tidak akan mengubah file penting apabila diaktifkan. File penting yang tidak akan hilang tersebut antara lain file email, foto, video, lagu, dokumen, dan lain sebagainya.

Cara Kerja

Restore bekerja dengan sangat sederhana seperti definisinya. Sistem ini akan membuat dan menyimpan poin restore yang ada pada komputer dalam satu periode tertentu. Periode ini bisa diatur oleh pengguna komputer, bisa berupa satu bulan, enam bulan, satu tahun, dan seterusnya.

Lalu apa informasi yang akan disimpan oleh sistem ini? Informasi yang disimpan berupa informasi registrasi serta berbagai settingan yang telah diatur sebelumnya dan digunakan oleh sistem operasi Windows.

Meskipun sistem ini dinilai mampu bekerja secara otomatis, jika Anda menghendaki Anda tetap bisa me-restore komputer Anda dengan kemauan Anda sendiri. Tentunya proses restore ini dilakukan dengan membuat poin restore dan dilakukan secara manual.

File-File yang Tetap Ada dan yang Akan Berubah

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwasannya tidak semua file akan hilang ketika Anda mengaktifkannya. Kali ini kami akan menginfokan file apa saja yang akan hilan dan apa saja yang akan tetap ada.

Saat me-restore komputer, keadaan komputer Anda akan kembali ke kondisi semula, yang dikembalikan ke kondisi semula adalah fitur registrasi serta berbagai settingan yang telah Anda lakukan sebelumnya. Semua itu kembali menjadi settingan awal dari Windows.

Lalu file yang tidak akan hilang atau tidak akan berubah adalah file-file personal yaitu antara lain dokumen, video, email, lagu, dan lain sebagainya. Semua file itu akan tetap aman apabila Anda melakukan restore.

Tak hanya itu saja, perlu Anda ketahui juga bahwa file yang sudah dihapus pun juga tak akan kembali alias posisinya tetap terhapus seperti saat sebelum komputer di restore. Kesimpulannya adalah restore hanya akan mengembalikan settingan Windows yang pernah Anda buat bukan menghilangkan file personal.

Terkadang orang juga bingung akan satu hal ini. Menanyakan apakah software yang telah diuninstall akan kembali setelah di restore atau tidak. Jawabannya jelas tidak. Apapun kondisi komputer sebelumnya, setelah di retore ya keadaannya seperti itu lagi.

Jadi misalkan Anda sebelumnya memiliki game Dinner Dash, kemudian Anda uninstall karena sudah bosan. Setelah komputer di restore, game Dinner Dash tersebeut tidak ada karena sebelumnya sudah Anda uninstall. Jadi, jangan berharap software yang telah diuninstall dan file yang sudah dihapus akan kembali setelah komputer di restore.

Perbedaan System Restore dengan System Image Backup

Jika Anda sudah cukup paham dengan bahasan sebelumnya pasti ada pertanyaan yang cukup mengganjal, yaitu apakah restore ini sama dengan mem-backup file di komputer. Wajar saja, banyak juga di luar sana pengguna sistem operasi Windows yang kebingungan dengan pertanyaan ini.

Kembali lagi, kegiatan merestore adalah kegiatan yang hanya untuk membackup sistem registrasi dan settingan yang ada di Windows saja. Sangat berbeda dengan system image backup. System image backup adalah fitur yang bekerja untuk membackup file penting berupa foto. Apabila Anda masih bingung, berikut akan kami berikan contoh. Pada pengaturan smartphone kita akan menemui setting Restore dan pada aplikasi Whatsapp kita juga menemui opsi backup.

Restore pada smartphone ini biasa dilakukan ketika tiba-tiba smartphone hang, atau tiba-tiba error setelah instalasi suatu aplikasi. Setelah diaktifkan, smartphone akan kembali ke pengaturan semula, seperti nada dering semula, tampilan wallpaper semula, dan lain sebagainya, namun file-file seperti foto, aplikasi yang telah diinstall, video, lagu, dan sebagainya tidak akan hilang.

Berbeda dengan opsi Backup di Whatsapp, fitur ini digunakan untuk mencadangkan data yang ada pada Whatsapp. Misalnya saja pada Whatsapp tersebut ada percakapan yang penting, jika Anda takut percakapan itu hilang maka Anda bisa melakukan Backup untuk percakapan Whatsapp.

System Restore Windows 8

System restore pada masing-masing versi Windows memiliki cara yang berbeda-beda, salah satunya adalah pada Windows 8. Wajar-wajar saja jika Anda pengguna Windows 8 tiba-tiba menemui ketidaklancaran dalam Windows 8.

Tak perlu terlalu khawatir karena solusinya adalah melakukan restore untuk Windows 8. Setelah melakukan restore, komputer nda akan roll back atau kembali ke kondisi semula atau poin semula. Berikut adalah beberapa prosedur yang bisa Anda lakukan untuk merestore Windows 8.

Pertama-tama Anda harus membuka opsi “Search” dan mengetikkan kata “View advanced setting settings”, kemudian klik opsi tersebut. Kemudian layar Windows 8 akan menampilkan perintah berbentuk box, navigasikan ke opsi “System Protection” dilanjutkan dengan memilih opsi “System Restore”.

Setelah itu, tampilannya akan berubah menjadi perintah box lain dengan judul bertuliskan “System Restore”. Ini adalah tampilan wizard pertama, kemudian klik opsi “Next” untuk melanjutkan ke proses restore.

Ketika sudah muncul poin dari list restore maka pilihlah opsi “Next” dilanjut dengan opsi “Scan for affected programs” kemudian pilihlah opsi “Finish. Belum sampai itu saja, sebelum proses restore Anda akan diberi tampilan perintah satu lagi. Perintah tersebeut difungsikan untuk memastikan apakah benar akan dilakukan restore pada komputer. Kali ini Anda tinggal memilih opsi “Yes” saja untuk memulai proses restore.

Setelah itu proses restore akan mulai bekerja dan tunggulah hingga selesai. Lama tidaknya proses restore tergantung pada besar tidaknya perbedaan settingan awal dengan settingan yang Anda telah buat sebelumnya. Jadi, jika proses ini memakan waktu lama bukan menjadi masalah dan Anda tidak perlu risau dengan hal tersebut.

 

Related Articles

Cara Mempercepat Koneksi Internet

Tekno

11 Jaringan Komputer Yang Perlu Di Pahami

Tekno

Terobosan Teknologi Terbaru Yang Akan Muncul Tahun Depan

Tekno

Leave a Comment